Showing posts with label vap. Show all posts
Showing posts with label vap. Show all posts

Saturday, November 10, 2018

VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA (VAP)



I.     PENDAHULUAN

Meskipun belum ada penelitian mengenai jumlah kejadian ventilator associated  pneumonia (VAP) di Indonesia, namun berdasarkan kepustakaan luar negeri diperoleh data bahwa kejadian VAP bervariasi antara 9-27% angka kematiannya 27% bahkan sudah mencapai 43% pada VAP yang disebabkan oleh resisten antibiotik, dan lama hari rawat meningkat dari 5 sampai 7 hari (Augustyn, 2007). Berikut ini adalah beberapa data mengenai kejadian VAP yang didapatkan dari berbagai penelitian :

1.      Angka kejadian VAP di Amerika Serikat mencapai 2,9 per 1000 penggunaan ventilasi mekanik di ICU pediatrik dan 15,2 per 1000 penggunaan ventilasi mekanik di ICU trauma, angka kematian berkisar antara 24-50% bergantung pada tingkat keparahan penyakit pasien dan pathogen yang terlibat, rata-rata lama hari rawat di ICU meningkat 6,1 hari, rata-rata lama hari rawat di rumah sakit meningkat 10,5 hari, dan setiap kejadian VAP diestimasikan menambah pengeluaran biaya perawatan  $40.000 (Youngquist, 2007).

2.      Angka kejadian VAP mencapai 27%, angka kematian mencapai lebih dari 43% pada VAP yang disebabkan oleh resisten antibiotic, rata-rata lama hari rawat di ICU meningkat 5-7 hari, dan setiap kejadian VAP diestimasikan menambah pengeluaran biaya perawatan $1,2 Milyar per tahun (Augustyn, 2007).

3.      Berdasarkan penelitian beberapa kasus di Amerika dilaporkan bahwa kejadian VAP mencapai 9%-28% pada pasien dengan ventilator mekanik, dan angka kematian akibat VAP sebanyak 24%-50%. Angka kematian dapat meningkat mencapai 76% pada infeksi yang disebabkan pseudomonas atau acinobacter. Disamping itu, kejadian VAP dapat memperpanjang waktu perawatan di ICU dan meningkatkan biaya perawatan (Wiryana, 2007). 

4.      VAP menduduki peringkat kedua sebagai infeksi nosokomial yang sering terjadi dengan angka kejadian VAP adalah 15% dari seluruh kejadian HAP, 27% dari seluruh kejadian infeksi di ICU, 24% dari seluruh kejadian infeksi di CCU, dan setiap kejadian VAP diestimasikan menambah pengeluaran biaya perawatan $50 million per tahun (Jones, 2008).

5.      Proporsi kejadian VAP di Amerika 1,7 juta dengan tingkat kematian 99.000 per tahun (Davies, 2009). 
Infeksi nosokomial di ICU umumnya lebih tinggi dari bangsal rawat inap. Hal ini terjadi karena tingkat keparahan penyakit pasien, penggunaan alat dan monitoring secara invasive. Semakin tinggi angka infeksi nosokomial maka semakin tinggi angka morbiditas, mortalitas  dan biaya.  VAP adalah infeksi nosokomial yang paling umum 2 = 15% dari semua infeksi di rumah sakit yang diperoleh. Insiden 9% sampai 70% dari pasien ventilator . Pengguanaan Ventilator mekanik invasive di ICU bisa menyebabkan ventilator associated pneumonia (VAP). (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit 2003. Rumbak, MJ (2000).Strategi untuk pencegahan dan pengobatan. Journal of Respiratory Disease, 21 (5), hal. 321;)

II.     PENGERTIAN

VAP adalah pneumonia yang terjadi pada pasien yang menggunakan  alat bantu respirasi baik trakheostomi atau endotracheal tube sementara atau terus menerus. Penggunaan alat tersebut lebih dari 48 jam dan sebelumnya tidak ada onset infeksi.